HAKEKAT MATEMATIKA

A. Hakekat Matematika
Matematika adalah suatu alat untuk mengembangkan cara berpikir. Karena itu matematika sangat diperlukan baik untuk kehidupan sehari–hari maupun dalam menghadapi kemajuan IPTEK sehingga matematika perlu dibekalkan kepada setiap peserta didik sejak SD, bahkan sejak TK. Namun matematika yang ada pada hakekatnya suatu ilmu yang cara bernalarnya deduktif formal dan abstrak, harus diberikan kepada anak-anak sejak SD yang cara berpikirnya masih pada tahap operasi konkret. Oleh karena itu kita perlu berhati–hati dalam menanamkan konsep matematika (Hudojo, 2001:45).
Sebagai guru matematika perlu disadarkan bahwa matematika mempunyai obyek–obyek yang abstrak. Dengan demikian seorang guru harus berhati–hati dalam menanamkan konsep–konsep matematika kepada siswanya, sebab sekali matematika salah diterima siswa, akan sangat sulit untuk mengubah pengertian yang salah tersebut. Oleh sebab itu, untuk pelaksanaan pembelajaran matematika perlu kiranya dipahami tentang definisi dan karakteristik matematika. Hal ini bertujuan agar proses pembelajaran matematika dapat dilangsungkan dengan manusiawi (Masykur dan Fathani, 2007:44). Definisi dan karateristik matematika adalah sebagai berikut ini:
1. Definisi matematika.
Istilah matematika berasal dari kata yunani mathein atau mathenein yang artinya mempelajari. Mungkin juga kata tersebut erat hubungannya dengan kata sansekerta medha atau widya yang artinya kepandaian, ketahuan atau “intelegensi”.
Definisi matematika berdasarkan sudut pandang pembuatannya sebagaimana disebutkan Soedjadi (2000:11) sebagai berikut :
a. matematika adalah cabang ilmu pengetahuan eksak dan terorganisir secara sistematik;
b. matematika adalah pengetahuan tentang bilangan dan kalkulasi;
c. matematika adalah pengetahuan tentang penalaran logik dan berhubungan dengan bilangan;
d. matematika adalah pengetahuan tentang fakta–fakta kuantitatif dan masalah ruang dan bentuk;
e. matematika adalah pengetahuan struktur–struktur yang logik;
f. matematika adalah pengetahuan tentang aturan –aturan yang ketat.
2. Karakteristik matematika
Tidak ada definisi tunggal matematika yang telah disepakati. Meskipun demikian, setelah sedikit mendalami masing–masing definisi yang saling berbeda itu dapat terlihat adanya ciri–ciri khusus atau karakteristik yang dapat merangkum pengertian matematika secara umum. Adapun karakteristik matematika, yaitu :

a. Memiliki obyek kajian abstrak
Obyek dasar matematika adalah sebagai berikut:
1. fakta berupa konvensi–konvensi yang diungkapkan dengan simbol–simbol tertentu;
2. konsep adalah ide abstrak yang dapat digunakan untuk menggolongkan atau mengklasifikasikan sekumpulan obyek;
3. operasi adalah pengerjaan hitung, pengerjaan aljabar, dan pengerjaan matematika yang lain;
4. prinsip adalah obyek matematika yang komplek. prinsip dapat terdiri atas beberapa fakta dan beberapa konsep yang dikaitkan oleh suatu relasi ataupun operasi.
b. Bertumpu pada kesepakatan
Seperti halnya dalam kehidupan sehari–hari, termasuk kehidupan berbangsa dan bernegara, terdapat banyak kesepakatan yang mengikat semua anggota masyarakat. Dalam matematika kesepakatan merupakan tumpuan yang amat penting. Kesepakatan diperlukan untuk menghindarkan berputar–putar dalam pendefinisian dan pembuktian.
c. Berpola pikir deduktif
Pola pikir deduktif merupakan pemikiran “yang berpangkal dari hal yang bersifat umum diterapkan atau diarahkan kepada hal yang bersifat khusus”.

d. Memiliki simbol yang kosong dari arti
Simbol yang kosong dari arti dapat dimanfaatkan oleh yang memerlukan matematika sebagai alat yang menempatkan matematika sebagai bahasa simbol.
e. Memperhatikan semesta pembicaraan
Dalam menggunakan matematika diperlukan kejelasan dalam lingkup apa matematika dipakai.
f. Konsisten dalam sistemnya
Dalam matematika terdapat banyak sistem. Ada sistem yang mempunyai kaitan satu sama lain, tetapi ada sistem yang dapat dipandang terlepas satu sama lain. Sistem yang berkaitan satu sama lain memerlukan konsistensi agar tidak terjadi ambiguitas (Soedjadi, 2000:13–18).
Uraian di atas dapat dijadikan landasan awal untuk belajar dan mengajar dalam melaksanakan proses pembelajaran matematika.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s