TEORI VAN HIELE

A. Teori Van Hiele
Teori Van Hiele menjelaskan perkembangan berpikir siswa dalam belajar geometri (Olive, 1991:91; Schoen & Hallas, 1993:108 dan Anne, 1999). Menurut teori Van Hiele, seseorang akan melalui lima tahap perkembangan berpikir dalam belajar geometri (Clements & Battista, 1990:356-357; Orton, 1992:72; Burger & Culpepper, 1993:141-142 dan Muser & Burger, 1994:529-531). Kelima tahap perkembangan berpikir dalam pembelajaran geometri Van Hiele adalah tahap 0 (visualisasi), tahap 1 (analisis), tahap 2 (deduksi informal), tahap 3 (deduksi), dan tahap 4 (rigor) (diakses dari internet tanggal 01 Januari 2011).

Tahap berpikir van Hiele dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Tahap 0 (visualisasi)
Tahap ini juga dikenal dengan tahap dasar, tahap rekognisi, tahap holistik dan tahap visual. Dalam tahap ini siswa mengenal bentuk-bentuk geometri hanya sekedar karakteristik visual dan penampakannya. Siswa tidak terfokus pada sifat-sifat obyek yang diamati, tetapi memandang obyek sebagai keseluruhan. Oleh karena itu, pada tahap ini siswa tidak dapat memahami dan menentukan sifat geometri dan karakteristik bangun yang ditunjukkan.
2. Tahap 1 (analisis)
Tahap ini juga dikenal dengan tahap deskriptif. Pada tahap ini sudah tampak adanya analisis terhadap konsep dan sifat-sifatnya. Siswa dapat menentukan sifat-sifat suatu bangun dengan melakukan pengamatan, pengukuran, eksperimen, menggambar dan membuat model. Meskipun demikian, siswa belum sepenuhnya dapat menjelaskan hubungan antara sifat-sifat tersebut, belum dapat melihat hubungan antara beberapa geometri dan definisi tidak dapat dipahami oleh siswa.
3. Tahap 2 (deduksi informal)
Tahap ini dikenal dengan tahap abstrak, tahap abstrak/relasional, tahap teoritik, dan tahap ordering. Pada tahap ini, siswa sudah dapat melihat hubungan sifat-sifat pada suatu bangun geometri dan sifat-sifat dari berbagai bangun dengan menggunakan deduksi informal, dan dapat mengklasifikasikan bangun-bangun secara hirarki. Meskipun demikian, siswa belum mengerti bahwa deduksi logis adalah metode untuk membangun geometri.
4. Tahap 3 (deduksi)
Tahap ini juga dikenal dengan tahap deduksi formal. Pada tahap ini siswa dapat menyusun bukti, tidak hanya sekedar menerima bukti. Siswa dapat menyusun teorema dalam sistem aksiomatik. Pada tahap ini siswa berpeluang untuk mengembangkan bukti lebih dari satu cara. Perbedaan antara pernyataan dan konversinya dapat dibuat dan siswa menyadari perlunya pembuktian melalui serangkaian penalaran deduktif.
5. Tahap 4 (rigor)
Tahap ini juga disebut dengan tahap metamatematika. Pada tahap ini siswa bernalar secara formal dalam sistem matematika dan dapat menganalisis konsekuensi dari manipulasi aksioma dan definisi. Siswa dapat membandingkan sistem–sistem berdasarkan pada aksioma yang berbeda dan dapat menelaah macam–macam geometri tanpa menghadirkan model konkrit. Saling keterkaitan antara bentuk yang tidak didefinisikan, aksioma, definisi, teorema dan pembuktian formal dapat dipahami (Muhsetyo, Gatot, 20071.14-1.16).
Tahap–tahap tersebut akan dilalui siswa secara berurutan (Keyes, 1997 dan Anne, 1999). Dengan demikian siswa harus melewati suatu tahap dengan matang sebelum menuju tahap berikutnya. Kecepatan berpindah dari suatu tahap ke tahap berikutnya lebih banyak bergantung pada isi dan metode pembelajaran dari pada umur dan kematangan (Keyes, 1997 dan Schoene Hallas, 1993:108). Dengan demikian, guru harus menyediakan pengalaman belajar yang cocok dengan tahap berfikir siswa (http://mulin-unisma.blogspot.com-pembelajaran-geometri-berdasarkan-tahap.html).
Tingkat berfikir siswa dalam belajar geometri menurut teori Van Hiele banyak bergantung pada isi dan metode pembelajaran. Oleh karena itu, perlu disediakan aktivitas–aktivitas yang sesuai dengan tingkat berfikir siswa. Siswa SMP/MTs pada umumnya sudah sampai pada tahap berfikir deduksi informal. Hal ini sesuai dengan pendapat Van De Walle (1990:270) yang menyatakan bahwa sebagian besar siswa SMP/MTs berada pada tahap 0 (visualisasi) sampai tahap 2 (deduksi informal) (http://mulin-unisma.blogspot.com-pembelajaran-geometri-berdasarkan-tahap.html).

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s